Saturday, December 28, 2013

WILAYAH KOMENTAR !!!!

Silahkan yang telah melihat lihat blog saya, memberikan komentar di page ini...

Tenang saja, saya tidak percaya kegunaan pasal pencemaran nama baik :D

Salam
Adam Azano Satrio

Thursday, December 5, 2013

ALL ABOUT THIS STUPID PERSON !!!

Adam Azano Satrio 
Bisa Di Definisikan Sebagai

Anak R. Badrun Dan Lestari Wara Asri
Co Founder & Chief Data Officer Basupati Integrated
Realistis
Penjual Segala
Session Bassist / @unstablejkt 
Crew @eno_bening
Yang mempunyai twitter.com/adamazano
Yang mempunyai facebook.com/adamazano 
Yang mempunyai zan609.deviantart.com
Yang mempunyai ruangkosongadam.tumblr.com

Monday, January 7, 2013

Demokrasi, warung kopi, surga untuk setan dan persahabatan



Pembicaraan ini dimulai pada malam hari di warung kopi untuk mengobrol, tentang hal yang remeh mungkin. dimulai dari tawaran rekaman album kompilasi hingga masalah agama dan setan, dan yang menjadi menarik tentang masalah demokrasi dan kesiaapan mental demokrasi. pembicaraan ini seperti pembicaraan orang melayu pada umumnya ( term setara untuk mengganti kata ngalor - ngidul).. 

Pembicaraan tentang orde baru pada era mantan Presiden Soeharto tentang kekuatan dan kebanggaan patriotisme milik indonesia, dimulai dari swasembada pangan, hingga anggota OPEC, sampai bentuk skeptisisme tentang mentalitas komunal Indonesia yang memang harus dipecut, dan tidak siap untuk berjuang secara individu dan mandiri pada era global. 

Yah,,,, memang tentang itu saya sendiri juga merasa dilema, dimana Malaysia dan Singapura yang tidak demokratis bisa lebih makmur dibandingkan Indonesia yang dikatakan berdiri dengan asas demokrasi lebih terseok - seok tentang persoalan kemakmuran. kita tak usah melanjutkan persoalan itu karena saya lebih percaya masalah proses dan metode, dan kedua hal tersebut memang perlu dikaji tanpa henti hingga akhir dunia.

Selanjutnya persoalan setan, sebagaimana kita ketahui  bersama bahwa setan bertugas untuk menggoda manusia dan mungkin saja setan akan masuk ke surga. Aneh? bagi saya tidak, jika kita membicarakan persoalan deontologi dan percaya bahwa setan memiliki deontologi, belum lagi jika kita percaya bahwa Tuhan Maha Tahu, maka tidak mungkin kalau setan dengan kegiatan membangkangnya akan melawan untuk memberikan hormat pada manusia pertama, yah bisa kita katakan bahwa Tuhan sedang test drive mahluknya tersebut. kita tak usah lanjutkan hal itu lagi, karena memang itu rahasia yang jika kita berupaya dekati tak lebih dari spekulasi dan tak lebih dari konspirasi. 

Namun yang terakhir adalah pembicaraan yang menarik, tentang persahabatan. sebagai manusia persahabatan terkadang sangat aneh, atau terlalu aneh. kita bisa berkorban dan membantu seseorang yang seringkali tidak bisa memberikan bantuan yang sama, ataupun malah merepotkan kita, namun bukankah itu persahabatan? bukan karena kita mampu membantu seseorang kita dianggap sahabat, namun karena kita  tidak bisa membantu orang tersebut namun memaksakan diri maka kita bisa bersahabat denganya? 

Antara Metode dan Tujuan

Pembahasan ini saya anggap menarik dikarenakan hal ini baru saya rasakan akhir - akhir ini.

Pada suatu hari saya bertemu dengan teman saya yang telah berubah haluan dari seorang musisi dan ingin  menjadi seorang yang mendalami agama. saya secara pribadi menghargai pilihannya untuk memilih hal tersebut dan menyenangkan untuk melihat dirinya yang berkeinginan untuk memperdalam agama. Namun yang menjadi persoalan bukanlah tentang dia yang mendalami agama tersebut, melainkan dirinya yang sering menasihati orang lain agar menjadi baik.

Bukankah itu hal yang baik?

Iya, jika dilakukan dengan metode yang baik pula. 

Teman saya mengingatkan orang lain tidak dengan cara berdiskusi namun menggurui, hal tersebut saya anggap salah karena seakan akan orang lain tidak lebih pintar dalam persoalan agama dibandingkan dirinya yang baru belajar agama selama kurang lebih 3 minggu....(sering melihat yang seperti ini? saya secara jujur baru sekarang melihatnya) Di sinilah terlihat bahwa memberi nasihat merupakan suatu teknik atau mungkin secara unik dan metafisik berhubungan dengan seni.

Kenapa saya saya mengatakan bahwa metode lebih ditunjukan dan dipentingkan dibandingkan tujuan seseorang, karena secara sederhana kita tidak bisa mengetahui apa tujuan seseorang secara pasti (hanya Tuhan yang mampu melakukan itu), andaikan sedekat - dekatnyapun kita berusaha mencari tujuan kita hanya mampu menerka. Hal tersebutlah yang saya anggap suatu alasan pragmatis kenapa saya lebih memikirkan metode suatu hal dibandingkan tujuannya.

Kembali kepersoalan sebelumnya, saya cukup percaya bahwa tujuan teman saya adalah baik, dan saya lebih percaya lagi jika teman saya bisa merubah metodenya untuk mengajak orang lain berbuat baik, akan lebih menyenangkan dan efisien. karena tujuan yang benar dengan metode yang salah, serupa dengan orang yang bibirnya mengajak untuk beramal namun tangannya sedang menodongkan pisau kepada yang diajak.